Inilah Mode AC Terbukti Hemat Listrik

Tahukah Anda bahwa ada mode-mode tertentu pada AC yang bisa menghemat
konsumsi listrik? Nah, di sini mimin akan menjelaskannya untuk Anda, yuk di
simak
.

Gimana kabarnya? Semoga kita semua selalu sehat, di artikel kali ini mimin
akan berbagi pengalaman seputar menghemat penggunaan listrik pada AC di rumah.

Jadi, ceritanya beberapa bulan terakhir ini, mimin iseng-iseng mencoba semua
mode pengaturan pada AC dan membandingkan konsumsi listriknya.

Ternyata, memang ada perbedaan konsumsi listrik di antara mode-mode AC
tersebut, bahkan ada 1 mode yang punya selisih pemakaian listrik lumayan
signifikan dengan mode lainnya.

Jika pengguna AC menerapkan mode ini, mimin yakin tagihan listriknya langsung
turun karena mimin sudah membuktikannya sendiri di rumah.

Tagihan listrik yang tadinya rata-rata 400 ribu sebulan, langsung turun
menjadi 200 ribu – 250 ribu, artinya terjadi penghematan listrik sekitar 150
ribu – 200 ribu setelah menerapkan mode ini.

Sekedar informasi, mimin menggunakan listrik 1300 VA di rumah dengan 1 unit AC
Inverter 1/2 PK.

Lantas, mode apakah pada AC yang terbukti hemat listrik? Baiklah, untuk lebih
jelasnya, langsung saja simak uraian berikut ini…

Mode AC Hemat Listrik

Untuk diketahui, mode pada AC yang terbukti hemat listrik adalah mode cool
dengan pengaturan suhu antara 24 oC sampai 26 oC, serta
kecepatan kipas (fan) di nomor 1 atau 2.

Dengan pengaturan ini, konsumsi listrik tinggi hanya terjadi di awal pemakaian
saja, kemudian setelahnya AC akan bekerja di daya minimal di saat suhu setting
tercapai.

Misalnya, pada AC inverter 1/2 PK yang mimin gunakan, daya awalnya sekitar 352
watt – 380 watt, setelah suhu remote tercapai, konsumsi listriknya turun
drastis menjadi 90 – 100 watt saja.

Jangan pernah setting suhu AC di 16 oC karena akan membuat kinerja
AC sangat berat dan mengonsumsi lebih banyak listrik, apalagi suhu tersebut
sulit bahkan tidak mungkin dicapai oleh AC.

Akibatnya, AC akan terus bekerja di daya maksimal untuk mengejar suhu 16
oC, akhirnya mekanisme inverter pada AC menjadi tidak berfungsi
karena inverter ini baru akan bekerja ketika suhu setting tercapai.

Beda halnya, ketika AC di setting di suhu 24 oC – 26 oC,
rentang suhu ini bisa dengan mudah dicapai oleh AC, dan ketika sudah tercapai,
maka kinerja kompressor akan turun sekaligus menurunkan konsumsi listrik.

Menghitung Biaya Listrik AC per Bulan

Lantas, dengan mode cool, berapa biaya listrik AC per bulan? Nah, di sini
mimin akan perlihatkan perhitungannya dengan mengambil contoh pemakaian mimin
di rumah.

Total jam pemakaian AC di rumah mimin adalah sekitar 14 jam, mulai dari jam 12
siang – jam 4 sore, kemudian lanjut di jam 7 malam – jam 5 pagi.

Dari hasil pengamatan mimin, waktu yang dibutuhkan AC untuk mencapai suhu
remote 24 oC adalah sekitar 2 jam jika start di suhu ruangan 29 C.

  • Pertama kali dinyalakan, konsumsi listrik AC 380 watt.
  • Setelah berlalu sejam, konsumsi listrik AC 250 watt.
  • Sejam kemudian menuju suhu remote, konsumsi listrik AC 150 watt.
  • Suhu remote tercapai dan seterusnya, konsumsi listrik AC 100 watt.

Jadi, 2 jam awal pemakaian, listrik yang dikonsumsi sebesar 380 + 250 + 150 =
780 watt, kemudian di jam berikutnya listriknya hanya 100 watt selama 2 jam,
100 x 2 = 200 watt.

Sehingga, mulai dari jam 12 siang – 4 sore, total listrik yang dipakai adalah
780 watt + 200 watt = 980 watt.

Sekarang, kita hitung untuk nyala AC di waktu malam, kita asumsikan 2 jam awal
pemakaian listriknya sama di waktu siang, yaitu 780 watt.

Setelahnya, AC akan mengonsumsi listrik 100 watt selama 8 jam atau sampai jam
5 pagi, jadi 100 wat x 8 = 800 watt.

Sehingga, mulai dari jam 7 malam – 5 sore, total listrik yang dipakai adalah
780 + 800 = 1580 watt.

Kalau kita gabung semuanya (siang + malam), maka keseluruhan listrik yang
digunakan AC setiap hari adalah 980 + 1580 = 2560 watt atau 2,56 kWh per hari.

Oleh karena tarif listrik sekarang ini untuk daya 1300 VA adalah Rp. 1352/kWh,
maka biaya listrik yang mimin bayarkan setiap hari untuk AC adalah 2,56 x 1352
= Rp. 3461,12.

Sehingga, jika diasumsikan pola pemakaian AC mimin sama setiap hari, maka
biaya listriknya selama sebulan adalah Rp. 3461,12 x 30 = Rp. 103.833,6.

Nah, biaya listrik Rp. 103.833,6/bulan ini termasuk murah untuk penggunaan AC
selama 14 jam per hari.

Penutup

Jadi, mode pada AC yang terbukti hemat listrik adalah mode cool dengan
pengaturan suhu antara 24 oC sampai 26 oC, serta kecepatan
kipas (fan) di nomor 1 atau 2.

Dengan pengaturan ini, konsumsi listrik tinggi hanya terjadi di awal pemakaian
saja, kemudian setelahnya AC akan bekerja di daya minimal di saat suhu setting
tercapai.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang mode pada AC yang terbukti hemat listrik,
bagikan jika dirasa bermanfaat, terima kasih.

Leave a Comment