Cara Menghemat Listrik 900 Watt (Pengalaman Pribadi)

Apakah Anda pengguna listrik 900 watt? Lantas, berapa tagihan listrik yang
harus Anda bayarkan tiap bulannya?

Mahal? Tenang saja, sebab di sini mimin akan berbagi informasi mengenai cara
menghemat pemakaian listrik 900 watt di rumah agar tagihannya tidak terus
membengkak.

Mimin cukup sering mendengar atau membaca keluhan orang-orang di media sosial
mengenai banyaknya uang listrik yang harus mereka keluarkan ketika tanggal
pembayaran tiba.

Tidak jarang ada yang sampai menyentuh tagihan maksimal, yakni sebesar 800
ribu rupiah, sungguh sangat berat jika tiap bulannya harus bayar segitu.

Mimin juga terkadang heran dan penasaran mengenai cara mereka memakai listrik
sehingga tagihannya bisa sebesar itu.

Jika penggunanya adalah pemilik usaha rumahan, hal ini mungkin wajar-wajar
saja sebab adanya peralatan usaha yang menambah konsumsi listrik.

Namun, keluhan ini justru lebih banyak datang dari rumah tangga biasa non
usaha dengan pemakaian listrik murni untuk kebutuhan sehari-hari.

Meminjam istilah abg sekarang, sangat “membagongkan” hehehe.

Lantas, bagaimana cara menghemat pemakaian listrik 900 watt? Baiklah, berikut
ini mimin uraikan lebih lanjut…

Cara Menghemat Listrik 900 Watt

Penting diketahui, besar tidaknya biaya listrik 900 watt sangat bergantung
pada cara kita dalam menggunakan listrik.

Dengan kata lain, kita sebenarnya bisa menghemat listrik dengan mengatur pola
pemakaian listrik sehari-hari di rumah.

Sebagai gambaran, mimin adalah pengguna listrik non subsidi 1300 watt tetapi
biaya listrik yang mimin keluarkan tidak pernah lebih dari 200 ribu rupiah.

Peralatan listrik di dalam rumah juga tergolong cukup banyak dan beberapa di
antaranya dikenal sebagai pemakai daya terbesar, seperti mesin cuci, rice
cooker, kulkas, dispenser, dan setrika.

Baca Juga:

Semua peralatan-peralatan tersebut menyala tiap hari.

Apa yang mimin lakukan sehingga tagihannya hanya segitu? Berdasarkan
pengalaman, sekurang-kurangnya ada 5 hal, antara lain sebagai berikut:

1. Memilih Peralatan Hemat Listrik

Sejak awal, mimin bertekad hanya akan memakai alat-alat hemat listrik rendah
watt untuk seluruh keperluan rumah tangga.

Berikut ini cara pemilihannya:

  • Lampu, mimin pilih yang berteknologi LED, rendah watt tetapi kecerahannya
    lumayan setara dengan lampu watt tinggi non LED.
  • Televisi, juga berteknologi LED, meskipun berukuran besar tetapi rendah
    watt.
  • Kulkas dan Mesin Cuci, mimin pilih yang berteknologi inverter sehingga
    konsumsi listriknya lebih efisien.
  • Setrika, dispenser, dan rice cooker, mimin pilih merk dengan watt paling
    kecil agar tidak terlalu boros listrik.

2. Selalu Mematikan Alat yang Tidak Terpakai

Peralatan rumah tangga yang seringkali tidak disadari membuat penggunaan
listrik kita boros adalah lampu, televisi, dan kipas angin.

Alat-alat ini kadang aktif atau menyala tetapi sebenarnya tidak sedang
dibutuhkan sehingga berakibat pada listrik yang hanya terbuang percuma.

Misalnya saja lampu ruang tamu atau dapur tidak dimatikan sampai pagi,
televisi terus menyala meskipun tidak ada yang menonton, dan kipas angin
berputar padahal tidak ada orang di ruangan.

Kondisi di atas biasanya berlangsung berjam-jam, coba bayangkan berapa watt
listrik yang terbuang percuma?

Apalagi jika terjadi setiap hari, maka wajar saja tagihan listrik jadi
membengkak.

Olehnya itu, selalu disiplin memperhatikan penggunaan alat-alat ini, matikan
jika tidak terpakai agar listrik tidak terbuang sia-sia.

3. Memaksimalkan Penggunaan Mesin Cuci

Mesin cuci terkenal sebagai peralatan dengan kebutuhan daya yang cukup tinggi,
kebanyakan berada pada kisaran ratusan watt.

Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar memaksimalkan fungsinya agar
kinerjanya sebanding dengan biaya listrik yang mesti dikeluarkan.

Caranya dengan mencuci hanya di saat kapasitas maksimalnya terpenuhi agar
tidak terlalu keseringan menggunakan mesin cuci.

Baca Juga:

Sebab, sering terjadi pakaian hanya beberapa lembar saja tetapi dimasukkan ke
dalam mesin untuk dicuci berakibat pada penggunaan listrik yang tidak efisien.

Cara paling tepat adalah tunggu sampai pakaian kotor bertumpuk setara dengan
kapasitas maksimal mesin cuci.

Misalnya, jika kapasitas mesin cuci Anda 7 kilogram, maka tunggu sampai
pakaian kotor benar-benar cukup 7 kilogram baru kemudian dicuci.

Pola pencucian inilah yang mimin sering lakukan.

4. Gunakan Desain Ventilasi Udara yang Baik

Desain ventilasi udara rumah yang baik akan membuat rumah selalu adem dan
sejuk sepanjang hari hanya dengan menggunakan pendingin alami, yaitu angin.

Sejak tahap perencanaan pembangunan rumah, mimin sudah memikirkan aspek ini
sehingga desain rumah disesuaikan dengan kriteria pendinginan alami tadi.

Kontribusinya terhadap penghematan listrik lumayan efektif karena mimin tidak
perlu lagi menggunakan AC tetapi cukup dengan kipas angin saja.

Kipas anginnya pun terhitung jarang digunakan, hanya akan berputar ketika
cuaca benar-benar sangat panas.

5. Manfaatkan Penerangan Alami

Hampir sama dengan poin ke-4 di atas, soal penerangan rumah mimin juga
memaksimalkan penggunaan penerangan alami dari matahari.

Terkadang, ada rumah yang meskipun siang hari lampunya tetap menyala, biasanya
pada ruangan dapur dan kamar mandi.

Olehnya itu, mimin sengaja mendesain rumah dengan area dapur dan kamar mandi
yang menjorok keluar dari bangunan utama rumah agar bisa memiliki atap
tersendiri.

Jadi, tidak menyatu dengan atap utama rumah, tujuannya agar atap pada area ini
bisa mimin modifikasi menggunakan atap transparan yang bisa tertembus cahaya
matahari.

Lumanyan menghemat listrik karena tidak perlu lagi menyalakan lampu pada siang
hari.

Kesimpulan

Jadi, sebenarnya boros atau tidaknya pemakaian listrik di rumah sangat
bergantung pada pola pemakaian kita sehari-hari.

Gunakan tips yang mimin bagikan di atas dan rasakan sendiri penghematannya.

Sekian dulu pembahasan kali ini, bagikan jika dirasa bermanfaat, terima kasih.

Leave a Comment