Tanda Token Listrik Habis, Segera Isi

Apakah Anda pengguna meteran listrik token (prabayar)? Udah tahu belum
tanda-tanda meteran yang akan habis listriknya?

Nah, di artikel kali ini mimin akan menjelaskannya untuk Anda sebab cukup
banyak orang yang belum mengetahui kapan harus mengisi token listrik ke dalam
meteran.

Seperti yang kita tahu, meteran listrik token atau prabayar memang membutuhkan
perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan meteran listrik pascabayar.

Pada meteran listrik pascabayar, listrik akan digunakan terlebih dahulu oleh
pelanggan, kemudian listrik tersebut akan dibayar ketika tanggal jatuh tempo
tiba.

Namun, pada meteran listrik token, pelanggan harus membeli listrik di awal
yang kemudian dimasukkan ke dalam meteran melalui kode token berbentuk deretan
angka, setelah itu barulah listrik bisa dinikmati.

Jumlah listrik meteran token tersebut sewaktu-waktu akan habis dan listrik pun
berhenti mengalir.

Olehnya itu, sebelum benar-benar habis, maka pelanggan harus segera melakukan
pengisian kode token baru agar daya listrik bisa tetap tersedia.

Lantas, bagaimana cara mengetahui bahwa token listrik akan habis? Baiklah,
berikut ini penjelasan lengkapnya…

Tanda Token Listrik Habis

Untuk diketahui, token listrik yang akan segera habis ditandai dengan
terdengarnya bunyi alarm pada meteran listrik yang disertai dengan munculnya
kedipan merah lampu indikator LED status kredit.

Baca Juga:

Tanda-tanda tersebut akan akan muncul ketika batas minimum jumlah kwh yang
tertera pada meteran listrik telah terlewati di mana secara default akan
tersetting di angka 20 kwh.

Jadi, ketika persediaan listrik telah berada di bawah 20 kwh, maka bunyi alarm
dan kedipan indikator LED tersebut pasti akan muncul.

Artinya, Anda harus segera melakukan pengisian ulang kode token untuk menambah
persediaan listrik sehingga bisa tetap mengalir.

Cara Membeli Token Listrik

Untuk mendapatkan kode token listrik yang baru caranya sangat mudah, Anda bisa
membelinya secara offline dan online.

Secara offline, token listrik bisa dibeli ditempat-tempat berikut ini:

  • Konter pulsa.
  • Warung kaki lima yang menjual token listrik.
  • Bank BRI, BNI, BCA, Mandiri, dll.
  • Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan toko ritel lainnya.
  • Kantor Pos.

Bawalah id meteran Anda ketika membeli token agar pembelian listrik bisa
segera diproses.

Atau, jika Anda mau membeli secara online, maka bisa Anda lakukan dengan
menggunakan salah satu layanan berikut ini:

  • ATM Perbankan.
  • SMS, Mobile dan Internet Banking.
  • Aplikasi DANA, OVO, Gojek, Grab, dll.
  • Marketplace (Bukalapak, Shopee, Tokopedia, dll).

Nominal token listrik yang bisa dibeli juga bervariasi, yakni: Rp. 20.000, Rp.
50.000, Rp. 100.000, Rp. 500.000, dan Rp. 1000.000.

Penting diketahui, setiap pembelian token biasanya akan dikenakan biaya
administrasi yang besarannya sekitar Rp. 2500 – Rp. 3000.

Setelah melakukan pembelian, maka Anda akan mendapatkan 20 digit angka token
baru yang akan dimasukkan ke meteran listrik.

Leave a Comment