AVR menjadi salah satu komponen penting pada sebuah genset, tahukah Anda
apa fungsinya? Nah, mimin telah menjelaskannya secara lengkap di sini, yuk
disimak.
Gimana kabarnya? Semoga kita semua selalu sehat, di artikel kali ini mimin
akan berbagi pengetahuan seputar fungsi AVR pada sebuah
genset.
Seperti yang kita tahu, kebanyakan genset keluaran terbaru telah dilengkapi
dengan AVR untuk menggantikan sistem lama yang belum menggunakan AVR.
Pada sebuah genset, komponen AVR selalu terletak berdekatan dengan generator,
yakni menempel di depan rotor dan stator, serta saling terhubung dengan
komponen-komponen genset lainnya.
AVR sendiri terdiri dari gabungan beberapa komponen elektronika yang membentuk
sistem pembacaan tegangan listrik genset dan mengaturnya secara otomatis.
Pengaturan tegangan tersebut diperlukan agar semua peralatan listrik yang
tersambung pada genset nantinya bisa mendapatkan tegangan listrik yang stabil.
Lantas, apa saja fungsi AVR pada sebuah genset? Baiklah, langsung saja simak
penjelasan berikut ini…
Fungsi AVR pada Genset
Sesuai dengan namanya, AVR atau Automatic Voltage Regulator adalah
komponen pada genset yang berfungsi untuk mengatur output tegangan listrik
yang dihasilkan genset secara otomatis.
Tidak hanya itu, AVR juga berfungsi sebagai pengaman rotor dari kemungkinan
terjadinya kekurangan atau kelebihan arus dari exciter yang rawan
merusak rotor.
Fungsi lainnya adalah mempertahankan stabilitas kinerja keseluruhan genset,
khususnya pada kondisi pembebanan yang berubah-ubah secara cepat.
Nah, supaya lebih jelas, mimin akan bahas lebih jauh masing-masing fungsi
tersebut…
1. Pengatur Tegangan Output Genset
Inilah fungsi utama dari AVR, yaitu sebagai pengatur besarnya tegangan listrik
yang dihasilkan genset, misalnya 220 volt untuk dipakai semua peralatan yang
tersambung nantinya.
AVR akan menjaga tegangan listrik tersebut agar tetap bernilai segitu dengan
cara mengatur besarnya arus listrik yang dieksitasikan oleh
exciter menuju rotor.
Seperti yang kita tahu, rotor memakai arus listrik untuk menghasilkan fluks
magnetik yang selanjutnya akan memicu timbulnya arus dan tegangan listrik pada
stator.
Misalnya, pada keadaan langsam, output tegangan genset masih stabil, tetapi
ketika mulai dibebani peralatan listrik, tegangan itu langsung turun (drop).
Nah, AVR bisa membaca penurunan tegangan output tersebut dan untuk
mengatasinya AVR akan memperbesar arus eksitasi dari exciter ke rotor.
Tujuannya adalah memperbesar fluks magnetik pada rotor sehingga tegangan
listrik dari stator juga ikut membesar atau naik kembali ke nilai yang stabil,
misalnya 220 volt.
Begitu pun saat terjadi peningkatan tegangan output, misalnya ketika beban
listrik genset dikurangi, maka tegangan akan langsung naik.
Nah, AVR juga bisa membaca kenaikan tersebut dan untuk mengatasinya AVR akan
mengurangi arus eksitasi yang masuk ke rotor agar fluks magnetiknya berkurang
sehingga tegangan listrik dari rotor ikut mengecil atau turun ke nilai yang
stabil.
2. Pengaman Rotor dari Kelebihan Arus
Komponen rotor genset terdiri dari kumparan yang terlilit pada inti besi di
mana komponen berfungsi sebagai pembangkit medan magnet yang akan menginduksi
stator untuk menghasilkan listrik.
Salah satu kerusakan yang sering terjadi pada rotor genset adalah lilitan
kumparannya putus karena menerima arus eksitasi yang lebih besar dari
kemampuannya.
Untuk menghindari kejadian tersebut, maka arus eksitasi yang masuk ke rotor
perlu diatur besarannya supaya tidak melebih batas.
Nah, tugas ini bisa dilakukan oleh AVR karena komponen ini memang tersambung
langsung dengan perangkat exciter pada genset.
Jadi, AVR ini akan membatasi berapa maksimal arus yang boleh dikirimkan
exciter menuju rotor sehingga besarannya tidak akan pernah melebihi batas.
Meskipun, tujuan sebenarnya untuk pengaturan tegangan, tetapi mekanisme ini
bisa juga disebut sebagai pengaturan arus.
3. Mempertahankan Kinerja Genset
Ketika kita membuka cover AVR, maka di dalamnya kita akan melihat berbagai
macam komponen elektronika yang saling terhubung membentuk sistem otomatis.
Berkaitan dengan fungsi AVR, bisa dikatakan bahwa AVR merupakan otak dari
keseluruhan kinerja genset, tujuan genset sebagai penghasil tenaga listrik
diatur oleh komponen ini.
Jika AVR rusak, maka genset tidak akan berfungsi sebagai sumber tenaga listrik
karena tidak adanya tegangan yang bisa dihasilkan, meskipun gensetnya menyala.
Inilah sebabnya mengapa sehingga pada kasus-kasus genset kehilangan tegangan,
maka AVR menjadi komponen pertama yang layak dicurigai.
Kesimpulan
Jadi, 3 (tiga) fungsi AVR atau Automatic Voltage Regulator pada sebuah genset,
antara lain:
- Pengatur kestabilan tegangan output genset.
- Pengaman rotor dari kelebihan arus eksitasi.
- Mempertahankan kinerja genset.
Demikianlah informasi tentang fungsi AVR pada genset, bagikan jika dirasa
bermanfaat, terima kasih.