Apakah Anda mempunyai UPS di rumah? Udah tahu belum komponen-komponen apa
saja yang terdapat di dalam perangkat tersebut? Nah, Mimin telah
menjelaskannya secara lengkap di sini, yuk disimak.
Gimana kabarnya? Semoga kita semua selalu sehat, di artikel kali ini Mimin
akan berbagi pengetahuan tentang komponen-komponen utama pada sebuah UPS.
Seperti yang kita tahu, UPS adalah singkatan dari
Uninterruptible Power Supply, yaitu sebuah alat yang berfungsi sebagai
penyedia listrik cadangan selama beberapa waktu.
Peralatan yang paling membutuhkan UPS adalah peralatan elektronik yang
membutuhkan kontinuitas operasi, misalnya komputer desktop.
Komputer membutuhkan UPS (Uninterruptible Power Supply) karena UPS dapat
membantu melindungi komputer dari kerusakan yang disebabkan oleh padamnya
listrik secara tiba-tiba.
Saat listrik padam, UPS akan memberikan aliran listrik selama beberapa saat,
sehingga komputer dapat tetap menyala dan kita dapat menyimpan dokumen yang
sedang dikerjakan atau mematikan komputer secara aman.
Tanpa UPS, kerusakan akibat padamnya listrik secara tiba-tiba dapat
menyebabkan kerusakan pada komputer yang dapat mengakibatkan hilangnya data
penting.
Namun, di balik fungsi penting UPS tersebut, sudah tahukah Anda
komponen-komponen utama pada sebuah UPS?
Baiklah, untuk mengetahuinya, langsung saja simak uraian berikut ini…
Komponen-komponen UPS
UPS atau Uninterruptible Power Supply terdiri dari beberapa komponen
utama, antara lain:
1. Baterai
Baterai adalah salah satu komponen utama pada UPS (Uninterruptible Power
Supply). Baterai berfungsi sebagai sumber cadangan energi saat listrik padam
atau tidak stabil.
Baterai akan menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh UPS saat terhubung
dengan sumber listrik utama, kemudian mengalirkan energi tersebut ke
perangkat elektronik yang terhubung ke UPS ketika terjadi gangguan listrik.
Beberapa contoh baterai yang sering digunakan pada UPS (Uninterruptible Power
Supply) adalah:
-
Baterai sel VRLA (Valve Regulated Lead-Acid) atau sering disebut sebagai
Accu (aki): Baterai jenis ini merupakan baterai yang paling umum digunakan
pada UPS, karena harganya yang relatif murah, mudah didapatkan, tetapi
membutuhkan perawatan yang cukup rutin. -
Baterai sel Ni-Cd (Nickel-Cadmium): Baterai jenis ini lebih mahal
dibandingkan baterai sel VRLA, namun memiliki umur pakai yang lebih panjang
dan tidak membutuhkan perawatan yang terlalu sering. Baterai sel Ni-Cd juga
lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana. -
Baterai sel Li-Ion (Lithium-Ion): Baterai jenis ini merupakan baterai yang
paling canggih dan berkualitas tinggi, namun harganya juga paling mahal
dibandingkan baterai lainnya. Baterai sel Li-Ion memiliki umur pakai yang
sangat panjang dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Kelebihan lainnya
adalah kemampuannya dalam menyimpan energi yang lebih besar meskipun
ukurannya kecil.
2. Inverter
Inverter pada UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah bagian dari sistem UPS
yang bertugas mengubah arus DC (Direct Current) menjadi arus AC (Alternating
Current).
Fungsi inverter pada UPS sangat penting karena sistem UPS harus dapat
memberikan aliran listrik yang stabil dan terus menerus ke perangkat-perangkat
yang terhubung ke UPS, meskipun sumber utama listrik mendadak terputus.
Tanpa inverter, sistem UPS tidak dapat bekerja dengan baik dan tidak dapat
memberikan perlindungan yang efektif terhadap perangkat yang terhubung ke
sistem UPS.
Berikut ini adalah beberapa fungsi inverter pada sebuah UPS
-
Inverter berfungsi mengkonversi dan mengatur arus listrik yang masuk ke
sistem UPS agar sesuai dengan kebutuhan perangkat yang terhubung ke sistem
UPS. -
Inverter juga berfungsi untuk mempertahankan tegangan yang stabil dan
mencegah terjadinya fluktuasi tegangan yang dapat merusak perangkat yang
terhubung ke sistem UPS.
3. Kontroler
Kontroler adalah bagian dari UPS yang bertanggung jawab untuk mengontrol dan
mengatur operasi UPS secara keseluruhan.
Kontroler UPS biasanya terdiri dari sebuah microcontroller atau
microprosesor
yang diprogram untuk menjalankan berbagai fungsi, seperti mengukur tegangan
input dan output, memonitor kondisi baterai, dan mengatur switch atau transfer
switch untuk mengontrol sumber daya listrik yang digunakan oleh peralatan yang
terhubung ke UPS.
Selain itu, kontroler juga bertanggung jawab untuk memberikan peringatan
atau alarm bila terjadi gangguan atau kegagalan dalam operasi UPS, sehingga
memungkinkan pengguna untuk melakukan tindakan yang diperlukan.
Kontroler UPS juga biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur seperti komunikasi,
seperti port USB atau serial, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan
mengontrol UPS dari komputer atau perangkat lain.
Fitur ini akan memudahkan pengguna untuk mengatur dan mengecek kondisi UPS
secara remote.
4. Transfer switch
Transfer switch adalah komponen penting pada sistem ups (uninterruptible power
supply) yang bertujuan untuk mengalihkan sumber daya dari sumber utama ke
sumber cadangan ketika terjadi gangguan pada sumber utama.
Transfer switch biasanya terdiri dari dua bagian utama, yaitu relai ganda dan
sebuah kontaktor.
Relai ganda bertugas untuk mendeteksi gangguan pada sumber utama dan
mengirimkan sinyal ke kontaktor untuk memutuskan koneksi dengan sumber utama
dan menghubungkan ke sumber cadangan.
Pada saat sumber utama kembali normal, transfer switch akan kembali
menghubungkan ke sumber utama dan memutuskan koneksi dengan sumber cadangan.
Dengan adanya transfer switch, sistem ups dapat terus memberikan daya ke beban
tanpa terganggu oleh gangguan pada sumber utama.
5. Fuse (sekring)
Fuse adalah sebuah perangkat yang digunakan dalam sebuah sistem untuk
melindungi komponen-komponen dari kerusakan yang disebabkan oleh arus
berlebih.
Fuse yang terpasang pada UPS berfungsi sebagai pengaman untuk menghindari
kerusakan pada perangkat-perangkat elektronik yang terhubung ke UPS.
Jika arus yang mengalir ke perangkat-perangkat elektronik melebihi batas yang
telah ditentukan, fuse akan terbakar dan putus, sehingga menghentikan lonjakan
arus tersebut sebelum menyebabkan kerusakan pada perangkat-perangkat
elektronik.
6. Display
Perangkat display pada UPS adalah sebuah komponen yang memungkinkan pengguna
untuk melihat informasi tentang kondisi UPS secara real-time.
Perangkat ini biasanya berupa layar LCD atau LED yang menampilkan informasi
seperti daya masuk, daya keluar, tegangan masuk, dan beban.
Dengan menggunakan perangkat display ini, pengguna dapat memonitor kondisi UPS
dan mengambil tindakan yang diperlukan jika terjadi masalah.
Kesimpulan
Jadi, komponen-komponen utama pada sebuah UPS, antara lain:
- Baterai
- Inverter
- Kontroller
- Transfer switch
- Fuse (sekring)
- Display
Demikianlah penjelasan tentang komponen utama pada UPS, bagikan jika dirasa
bermanfaat, terima kasih.