Biaya Ganti Meteran Listrik ke Token 2024 (Terbaru)

Ada rencana untuk mengganti meteran listrik ke token? Udah tahu belum
berapa biayanya di tahun 2024 ini? Nah, Mimin telah memberikan rinciannya di
sini, yuk disimak
.

Gimana kabarnya? Semoga kita semua selalu sehat, di artikel kali ini Mimin
akan memberikan update informasi seputar biaya penggantian
meteran listrik
pascabayar ke meteran listrik prabayar (token).

Kalau dipikir-pikir, Anda yang masih menggunakan meteran listrik pascabayar
memang lebih baik untuk migrasi saja ke meteran listrik token.

Ada banyak manfaatnya, selain pengukuran listrik yang lebih akurat, pemakaian
meteran listrik token juga akan menghemat biaya pengeluaran Anda.

Mengapa demikian? Alasannya karena Anda akan terbebas dari
biaya beban listrik
yang menjadi kewajiban para pengguna listrik pascabayar.

Pada meteran listrik token, kewajiban tersebut tidak ada lagi, hal ini sangat
membantu utamanya bagi Anda yang sering bepergian lama meninggalkan rumah.

Karena, biaya beban listrik itu sifatnya wajib, Anda harus bayar meskipun
listrik tidak terpakai, dan semakin besar daya terpasang, semakin besar pula
biaya beban listriknya.

Pasti berat rasanya harus membayar tagihan padahal tidak ada pemakaian
listrik, ini pula yang menjadi pertimbangan Mimin sehingga sejak awal memilih
menggunakan meteran listrik token di rumah.

Namun, pengguna listrik pascabayar tidak perlu risau karena PLN siap
memfasilitasi pelanggan yang ingin migrasi ke meteran listrik prabayar
(token).

Pihak PLN sendiri, melalui
media sosial
rajin menghimbau masyarakat untuk mengajukan permohonan penggantian kWh meter
tua karena bisa jadi pengukurannya sudah tidak akurat.

Lantas, berapa biayanya? Baiklah, langsung saja simak uraian berikut ini…

Biaya Ganti Meteran Listrik ke Token 2024

Untuk diketahui, berdasarkan ketentuan PLN yang berlaku di tahun 2024 ini,
biaya ganti meteran listrik pascabayar ke prabayar (token) adalah gratis alias
tidak dipungut biaya.

PLN juga menghimbau untuk tidak memberikan tip dalam bentuk apapun kepada
petugas yang melakukan pemasangan meteran baru.

Adapun uang yang nantinya Anda bayarkan ke PLN merupakan uang pembelian token
listrik pertama yang besarnya disesuaikan dengan nominal token listrik yang
dipilih.

Token listrik pertama itu akan menjadi persediaan listrik Anda di kWh meter,
semakin besar nominal token yang dipilih, semakin banyak pula jumlah kWh yang
tersedia di meteran.

Nominal token listrik itu sendiri ada bermacam-macam, yaitu: Rp. 5 ribu, 10
ribu, 15 ribu, 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu, 200 ribu, 500 ribu, dan Rp. 1 juta.

Jadi, Anda pilih saja nominal yang disebutkan di atas, maka segitulah uang
yang Anda bayarkan ke PLN.

Kecuali, saat penggantian meteran listrik ke token itu disertai juga dengan
penambahan daya, maka Anda akan dikenakan biaya penambahan daya, misalnya dari
450 ke 900 VA.

Syarat Penggantian Meteran Listrik ke Token

Berdasarkan
keterangan resmi dari PLN, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi untuk melakukan penggantian meteran
listrik ke token, antara lain:

Syarat untuk pemilik:

  • ID pelanggan/ID Meter.
  • Foto kopi identitas pemilik bangunan (KTP/SIM/Paspor).
  • Alamat lengkap lokasi.
  • No. telepon yang dapat dihubungi.
  • Nominal token awal (Rp. 5 ribu s.d. 1 juta).
  • Daya baru yang diinginkan.
  • Materai 2 buah (diberikan ke petugas saat penyambungan).

Syarat untuk pemohon (jika pemohon sebagai yang diberi kuasa oleh pemilik
bangunan):

  • Foto kopi identitas pemohon (KTP/SIM/Paspor).
  • Alamat sesuai KTP.
  • No. telepon

Bagaimana dengan syarat SLO Min? PLN tidak menyebutkannya dalam
keterangan, tetapi kalau memang ada, boleh diikutsertakan.

Selain persayaratan, ada juga kewajiban yang mesti dipenuhi, yaitu melunasi
tagihan pemakaian listrik mulai dari tanggal pencatatan terakhir meteran
sampai ke realisasi penyambungan.

Prosedur Ganti Meteran Listrik ke Token

Prosedur penggantian meteran listrik pascabayar ke prabayar (token) bisa
dilakukan secara offline dan online.

Secara offline, berikut ini langkah-langkahnya:

  • Datanglah ke kantor PLN setempat, langsung saja ke bagian layanan pelanggan.
  • Jangan lupa untuk membawa semua persyaratan yang diperlukan.
  • Utarakan maksud Anda ke petugas bahwa Anda ingin mengganti meteran listrik
    ke token.
  • Petugas akan menyerahkan formulir untuk diisi dan ditandatangani.
  • Setelah itu, Anda akan diarahkan ke loket pembayaran untuk melunasi token
    pertama yang dipilih.
  • Selesai, Anda hanya perlu menunggu proses penyambungan sesuai waktu yang
    ditetapkan petugas.

Sementara itu, jika Anda ingin melakukannya secara online, maka Anda
bisa menghubungi call center PLN di nomor (kode area) 123.

Keuntungan Mengganti Meteran Listrik ke Token

Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan setelah melakukan penggantian
meteran listrik ke token, di antaranya adalah:

1. Terbebas dari Biaya Beban Listrik

Untuk diketahui, meteran listrik token itu tidak mengenal adanya biaya beban
listrik, karena item biaya ini hanya berlaku pada meteran listrik pascabayar.

Biaya beban listrik pascabayar itu tetap harus dibayar meskipun listrik tidak
terpakai sebagaimana yang telah diatur dalam ketentuan PLN.

Sedangkan, pada meteran listrik prabayar (token), semua biaya listrik yang
dikeluarkan memang murni berdasarkan pemakaian listrik semata, jika tidak ada
pemakaian listrik, maka Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.

2. Tidak Ada Lagi Keterlambatan Pembayaran Listrik

Seperti yang kita tahu, meteran listrik token adalah meteran yang harus diisi
listrik terlebih dahulu sebelum dapat digunakan.

Artinya, tidak akan ada lagi kejadian terlambat membayar listrik sehingga Anda
juga akan terbebas segala kemungkinan denda.

Jadi, bagi Anda yang sering telat membayar listrik di meteran pascabayar, maka
sangat cocok memakai meteran token ini.

3. Aman dari Kesalahan Pencatatan Meteran Listrik

Pada meteran listrik pascabayar, kadang terjadi kesalahan pencatatan meteran
oleh petugas mengakibatkan tagihan pembayaran listrik tidak sesuai dengan
pemakaian.

Mimin sering membaca curhatan orang-orang di facebook yang merasa pembayaran
listriknya terlalu tinggi padahal pemakaiannya sedikit saja.

Setelah dilaporkan ke PLN, ternyata ada kesalahan pencatatan meteran. Coba
bayangkan, bagaimana seandainya tidak dilaporkan? Sangat merugikan bukan?

Mitos Seputar Meteran Listrik Token

Ada mitos yang beredar di masyarakat seputar meteran listrik token bahwasanya
meteran ini lebih boros daripada meteran listrik pascabayar.

Akibatnya, banyak orang yang enggan mengganti meterannya ke meteran listrik
prabayar (token).

PLN telah menegaskan bahwa hal ini tidak benar, meteran listrik token dan
meteran listrik pascabayar itu memiliki fungsi yang sama, yaitu mengukur
konsumsi listrik yang digunakan pelanggan.

Perbedaannya hanya terletak pada cara pembayaran yang digunakan, di mana
meteran listrik token memerlukan pembayaran sebelum digunakan sedangkan
meteran pascabayar setelah digunakan.

Namun, konsumsi listrik yang dicatat oleh kedua meteran tetap sama, sehingga
tidak benar bahwa salah satunya lebih boros dari yang lain.

Kesimpulan

Jadi, berdasarkan ketentuan PLN yang berlaku di tahun 2024 ini, biaya ganti
meteran listrik pascabayar ke prabayar (token) adalah gratis alias tidak
dipungut biaya.

Adapun uang yang nantinya Anda bayarkan ke PLN merupakan uang pembelian token
listrik pertama yang besarnya disesuaikan dengan nominal token listrik yang
dipilih.

Demikianlah informasi tentang biaya ganti meteran listrik ke token tahun 2024,
bagikan jika dirasa bermanfaat, terima kasih.

Baca Juga:

Leave a Comment