Grounding listrik dibuat dengan menancapkan batang elektrode masuk ke
tanah. Pertanyaannya, berapa kedalaman yang dibutuhkan untuk mendapatkan
grounding yang ideal? Simak penjelasannya di sini.
Gimana kabarnya? Semoga kita semua selalu sehat, di artikel kali ini Mimin
akan berbagi pengetahuan seputar kedalaman elektrode grounding listrik di
dalam tanah.
Seperti yang kita tahu, grounding atau arde merupakan sistem pengaman
instalasi listrik, berfungsi untuk meminimalkan potensi bahaya dari kebocoran
arus listrik.
Dalam penerapannya, grounding listrik dibuat dengan menancapkan batang
elektrode ke dalam tanah, karena itulah grounding disebut juga dengan
pentanahan atau pembumian.
Arus listrik yang tidak diinginkan akan dibuang ke tanah melalui batang
elektrode yang bersentuhan langsung dengannya.
Efektifitas pembuangan listrik tersebut salah satunya dipengaruhi oleh
kedalaman elektrode yang masuk ke tanah.
Itulah sebabnya sering menjadi pertanyaan harus seberapa dalam batang
elektrode dimasukkan ke tanah untuk mendapatkan sistem grounding yang ideal.
Untungnya saja,
PUIL
(Persyaratan Umum Instalasi Listrik) telah menyediakan standar nilai
resistivitas grounding yang bisa dijadikan acuan dalam pembuatan grounding.
Lantas, berapa kedalaman grounding listrik yang dibutuhkan agar grounding
berfungsi secara efektif?
Baiklah, untuk mengetahuinya, langsung saja simak penjelasan berikut ini…
Kedalaman Grounding Listrik
Para ahli kelistrikan menjelaskan bahwa kedalaman batang elektrode grounding
listrik yang masuk ke tanah, menentukan nilai resistivitas sistem grounding.
PUIL sendiri menetapkan bahwa sistem grounding telah dianggap baik jika
resistivitas atau tahanan jenisnya tidak lebih dari 5 Ω⋅m, yang diukur
menggunakan alat Earth Tester.
Hasil
penelitian Nita Nurdiana, dkk (2019) menunjukkan bahwa: semakin dalam elektrode ditanamkan maka akan
semakin kecil nilai resistivitas grounding listrik yang dicapai.
Penting diingat bahwa nilai kedalaman grounding listrik ini akan berbeda-beda
bergantung pada jenis tanahnya, sehingga untuk mengetahui berapa kedalaman
yang dibutuhkan, maka perhatikan juga jenis tanahnya.
Misalnya, untuk mencapai nilai resistivitas yang dipersyaratkan oleh PUIL (≤ 5
Ω⋅m), maka dibutuhkan kedalaman grounding minimal 2 meter pada tanah pasir.
Kesimpulan
Jadi, kedalaman grounding listrik akan berbeda-beda bergantung pada jenis
tanahnya, misalnya pada tanah pasir dibutuhkan kedalaman minimal 2 meter untuk
mendapatkan sistem grounding terbaik (resistivitas ≤ 5 Ω⋅m).
Demikianlah penjelasan tentang kedalaman grounding listrik menurut ahli,
bagikan jika dirasa bermanfaat, terima kasih.
Baca Juga: