Apakah Anda pemakai dispenser di rumah? Udah pernah hitung belum berapa rupiah
biaya listriknya dalam sebulan? Nah, Mimin telah menjelaskan cara
menghitungnya di sini, yuk disimak.
Gimana kabarnya? Semoga kita semua selalu sehat, di artikel kali ini Mimin
akan berbagi informasi seputar cara mengetahui biaya listrik per bulan dari
penggunaan dispenser.
Seperti yang kita tahu, dispenser merupakan peralatan yang banyak dipakai di
rumah tangga sebagai pelengkap dalam memenuhi kebutuhan air minum dari air
kemasan isi ulang (galon).
Selain mengeluarkan air di suhu normal, dispenser juga dapat digunakan untuk
menghasilkan air panas atau dingin secara instant berkat terdapatnya fitur
pemanas dan pendingin pada dispenser.
Hanya saja, fitur tersebut membutuhkan listrik yang tidak sedikit, spesifikasi
dayanya tergolong tinggi, yakni berkisar antara 350 s.d. 800 Watt.
Sehingga, wajar jika banyak orang yang penasaran berapa biaya listrik yang
dikeluarkan dari penggunaan dispenser setiap bulannya.
Baiklah, untuk mengetahuinya, langsung saja simak uraian berikut ini…
Rumus Biaya Listrik Dispenser per Bulan
Untuk menghitung biaya listrik dispenser per bulan, maka kita perlu mengetahui
terlebih dahulu banyaknya kWh listrik yang dipakai dispenser dalam sehari,
begini rumusnya:
- Konsumsi kWh dispenser/hari= daya dispenser x durasi pemakaian.
Selanjutnya, hasil perhitungan tersebut kita gunakan untuk menghitung biaya
listrik dispenser per hari, begini rumusnya:
- Biaya listrik dispenser/hari = konsumsi kWh dispenser x tarif PLN.
Terakhir, biaya listrik dispenser/hari itu langsung kita kalikan sebulan (30 hari), maka
didapatlah biaya listrik dispenser per bulan, begini rumusnya:
- Biaya listrik dispenser per bulan = biaya dispenser/hari x 30
Menghitung Biaya Listrik Dispenser per Bulan
Nah, sekarang mari kita gunakan rumus di atas untuk menghitung biaya listrik
yang mesti dikeluarkan setiap bulannya dari pemakaian dispenser.
Pada perhitungan kali ini, Mimin akan gunakan tarif listrik PLN sebesar Rp.
1.444,70/kWh.
Misalnya, dispenser yang dipakai adalah dispenser dengan spesifikasi daya 350 Watt. Jika digunakan selama 3 jam/hari,
maka biaya listriknya per bulan adalah:
- Konsumsi kWh dispenser/hari = 350 Watt x 3 jam = 1.050 Wh = 1,05 kWh.
-
Biaya listrik dispenser/hari = 1,05 kWh x Rp. 1.444,70 = Rp. 1.516,9 atau Rp.
1.517 (pembulatan). - Biaya listrik dispenser per bulan = Rp. 1.517 x 30 = Rp. 45.510.
Jadi, biaya listrik per bulan dari dispenser 350 Watt
yang digunakan 3 jam/hari adalah Rp. 45.510.
Bagaimana jika yang digunakan adalah dispenser berspesifikasi daya 800 Watt? Di durasi pemakaian yang sama, biaya listriknya sebulan
adalah:
-
Konsumsi kWh dispenser/hari = 800 Watt x 3 jam = 2.400 Wh = 2,4
kWh. -
Biaya listrik dispenser/hari = 2,4 kWh x Rp. 1.444,70 = Rp. 3.467,2
atau Rp. 3.468 (pembulatan) - Biaya listrik submersible per bulan = Rp. 3.468 x 30 = Rp. 104.040.
Jadi, biaya listrik per bulan dari dispenser 800 Watt dengan
durasi pemakaian 3 jam/hari adalah Rp. 104.040.
Tentu saja, hasil di atas akan berbeda bagi setiap orang karena bergantung
pada daya dispenser dan durasi pemakaiannya.
Mimin pilih durasi nyala 3 jam/hari hanya sekedar rata-rata saja, karena
faktanya ada juga rumah yang penggunaannya dispensernya lebih dari itu.
Namun, setidaknya perhitungan tersebut dapat memberikan gambaran bagi kita
mengenai kontribusi pemakaian dispenser terhadap tagihan listrik bulanan.
Silahkan gunakan alur perhitungan di atas untuk menghitung biaya listrik
dispenser Anda di rumah.
Kesimpulan
Jadi, biaya listrik dispenser per bulan bergantung pada daya daya dispenser
dan durasi pemakaiannya, misalnya dispenser denga daya 350 watt yang
beroperasi 3 jam/hari, biaya listriknya sebulan adalah Rp. 45.510 dan dispenser 800 Watt adalah Rp. 104.040.
Baca Juga:
Demikianlah penjelasan tentang cara menghitung
biaya listrik dispenser per bulan, bagikan jika dirasa bermanfaat, terima kasih.