7+ Ciri Meteran Listrik Rusak, Segera Hubungi PLN!

Apakah Anda merasa ragu dengan kondisi meteran listrik Anda? Mungkinkah
sudah lemah atau rusak? Tidak usah bingung, yuk cari tahu ciri-ciri meteran
listrik yang telah rusak di sini.

Gimana kabarnya? Semoga kita semua selalu sehat, di artikel kali ini Mimin
akan berbagi pengetahuan seputar mengenali meteran listrik PLN yang telah
rusak.

Meskipun jarang, tetapi meteran listrik memang bisa saja mengalami kerusakan,
terutama pada meteran listrik yang sudah berumur, membuat kerusakan tersebut
lebih rentan terjadi.

Jika meteran telah rusak, maka tentu saja fungsinya sebagai alat pengukur
konsumsi listrik menjadi tidak akurat atau bahkan tidak berfungsi sama sekali.

Kerusakan meteran listrik itu sendiri ada bermacam-macam dan beberapa di
antaranya seringkali tidak disadari pengguna.

Sebagai contoh, beberapa waktu lalu Mimin membaca postingan seorang pelanggan
PLN di facebook, di mana ia mengaku sudah setahun lebih tidak pernah membeli
token listrik karena persediaannya di meteran tidak pernah habis.

Bahkan, menurutnya jumlah kWh listrik di meteran tidak berkurang, padahal
listriknya digunakan setiap hari.

Sebenarnya, ia juga merasa aneh dengan hal tersebut. Namun, alih-alih
menyadarinya sebagai suatu masalah, ia justru merasa diuntungkan karena tidak
perlu membeli token listrik.

Kejadian ini sudah pasti merupakan gejala kerusakan meteran, karena normalnya
angka kWh listrik di meteran akan berkurang saat listrik terpakai.

Si pelanggan ini, Mimin pastikan cepat atau lambat akan mendapatkan
pemanggilan dari kantor PLN untuk membayar pemakaian listrik selama ia tidak
mengisi token.

Penjelasan mengenai ini sudah pernah Mimin bahas di sini:
Saldo Token Listrik Tidak Berkurang.

Namun, ini barulah salah satu ciri dari meteran listrik rusak, masih ada lagi
ciri-ciri lainnya.

Apa saja itu? Baiklah, langsung saja simak uraiannya…

Ciri-Ciri Meteran Listrik Rusak

Untuk diketahui, meteran listrik yang telah lemah atau rusak seringkali
dicirikan oleh terganggunya fungsi dasar kWh meter, dengan gejala berupa
ketidakakuratan pengukuran konsumsi listrik.

Selain itu, kerusakan pada meteran listrik juga dapat dikenali dari
tanda-tanda fisiknya, seperti layar berkedip atau mati, kerusakan body
meteran, atau munculnya pesan kesalahan yang terus menerus pada layar.

Supaya lebih jelas, berikut ini Mimin akan bahas secara lebih terperinci
ciri-ciri meteran listrik rusak:

1. Meteran Listrik Mati Total

Gejala paling umum yang ditunjukkan oleh meteran listrik rusak adalah meteran
tersebut mati total atau tidak berfungsi sama sekali, padahal tidak terjadi
pemadaman listrik.

Pada kondisi ini, meteran listrik tidak menampilkan informasi apa pun, ini
bisa menjadi tanda bahwa meteran listrik mengalami kegagalan komponen
internal.

Jenis kerusakan seperti ini rawan terjadi pada meteran listrik yang berumur
tua, komponen internalnya mengalami keausan setelah pemakaian bertahun-tahun.

2. Layar Meteran Berkedip atau Mati-mati

Layar meteran listrik yang berkedip atau mati-mati bisa menjadi tanda bahwa
meteran listrik tersebut mengalami kerusakan internal.

Meteran listrik memiliki berbagai komponen elektronik yang bertanggung jawab
untuk mengukur dan menampilkan konsumsi listrik.

Jika salah satu komponen ini rusak atau mengalami masalah, itu dapat
memengaruhi tampilan pada layar meteran.

3. Ketidakakuratan Pengukuran Konsumsi Listrik

Fungsi utama meteran listrik adalah untuk mengukur pemakaian listrik
sehari-hari. Pada versi prabayar, bisa berfungsi juga untuk mengetahui sisa
kWh listrik yang kita punya, informasi tegangan listrik, bahkan mampu
mendeteksi gangguan instalasi listrik di dalam rumah.

Pada meteran listrik yang telah lemah atau rusak, salah satu gejala yang
ditunjukkan adalah ketidakakuratan dalam pengukuran konsumsi listrik,
mengakibatkan nilai listrik yang terukur berbeda dengan listrik yang terpakai.

Pernah dengar kasus seseorang membayar listrik lebih banyak atau lebih sedikit
dari seharusnya? Nah, penyebabnya bisa karena ketidakakuratan pengukuran
konsumsi listrik tadi.

4. Muncul Pesan Error Terus Menerus

Ciri yang satu ini sering ditemui pada meteran listrik prabayar, di
mana meteran dapat menampilkan pesan kesalahan yang terus-menerus pada
layarnya.

Pesan kesalahan ini dapat berupa kode-kode error yang menunjukkan adanya
masalah dalam fungsi meteran, penyebabnya bisa karena kegagalan sistem
internal.

Jika pesan error tersebut terus terlihat pada layar meteran listrik, maka hal
ini dapat menjadi pertanda kerusakan meteran yang perlu segera diperiksa.

5. Token Listrik Gagal Terisi

Jika Anda menggunakan meteran listrik prabayar, salah satu ciri-ciri rusaknya
adalah kesulitan dalam pengisian token listrik atau tidak bisa masuk karena gagal terus.

Meteran listrik prabayar memiliki sensor atau perangkat pembacaan kode token
yang memungkinkan pengguna memasukkan token untuk mengisi saldo.

Jika sensor ini rusak atau tidak berfungsi dengan baik, meteran tidak akan
dapat membaca kode token yang dimasukkan sehingga gagal terisi.

6. Saldo Token Listrik Tidak Berkurang

Nah, ciri inilah yang sempat Mimin singgung di awal. Pada meteran listrik
prabayar, salah satu gelaja kerusakan yang bisa terjadi adalah token listrik
tidak berkurang padahal sedang terpakai.

Meteran listrik prabayar terdiri dari berbagai komponen elektronik yang
bekerja bersama-sama untuk menghitung dan mencatat konsumsi listrik.

Dalam kasus kerusakan meteran listrik, komponen ini bisa saja gagal berfungsi,
sehingga penggunaan listrik yang sebenarnya tidak tercatat.

Akibatnya, saldo token listrik tidak berkurang karena meteran “mengira” tidak
terjadi pemakaian listrik.

7. Suara Berisik atau Berdengung dari Meteran

Gejala kerusakan ini sering terjadi pada meteran listrik pascabayar model
piringan cakram, penyebabnya karena perangkat mekanis di dalam kWh meter telah
aus atau rusak.

Masalah pada komponen ini dapat menciptakan suara berdengung atau berisik saat
cakram meteran berputar.

Suara berdengung atau berisik juga dapat disebabkan oleh panas berlebihan di
dalam meteran listrik. Jika meteran mengalami overheating atau terlalu panas,
itu dapat menciptakan suara berdengung atau berisik.

Cara Mengatasi Meteran Listrik Rusak

Sebenarnya, untuk kasus kerusakan meteran listrik, tidak ada yang bisa
dilakukan selain melaporkannya kepada PLN sebagai pihak yang paling berwenang
dalam urusan ini.

Jangan sekali-kali mengganti meteran listrik sendiri karena tindakan tersebut
sangat dilarang PLN, pelakunya akan dikenai sanksi atau denda.

Cara melapornya sangat mudah, tidak perlu datang ke kantor karena bisa
dilakukan via telepon di nomor
kontak PLN: (kode area) 123.

Misalnya, jika Anda berada di Surabaya maka masukkan nomor (031) 123.

Petugas PLN akan datang ke rumah Anda dan memeriksa unit meteran, biasanya
langsung dilakukan penggantian meteran listrik.

Tenang saja, proses penggantian meteran listrik ini tidak dipungut biaya
sepeser pun alias gratis,

Demikianlah penjelasan tentang ciri-ciri meteran listrik rusak dan cara
mengatasinya, bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat, terima kasih.

Baca Juga:

Leave a Comment