Resistor SMD 103: Kode, Nilai, dan Fungsi


Apakah Anda sedang mencari resistor SMD 103? Udah tahu belum seperti apa
kode, nilai, dan fungsi dari resistor ini? Gak usah bingung, semuanya telah
dijelaskan di sini.

Gimana kabarnya? Semoga kita semua selalu sehat, di artikel kali ini Mimin
akan berbagi pengetahuan seputar kode, nilai, dan fungsi dari resistor SMD
103.

Seperti yang diketahui, resistor SMD 103 adalah komponen elektronik yang sering digunakan dalam berbagai rangkaian elektronik.

Pemahaman nilai Ohm dan fungsi resistor SMD 103 sangat penting bagi para
teknisi agar dapat menerapkannya dengan tepat di dalam rangkaian.

Nah, artikel ini akan mengupas tuntas tentang resistor SMD 103, mulai dari
kode nilainya, toleransi, hingga fungsinya dalam rangkaian.

Baiklah, langsung saja simak pembahasan berikut ini…

Kode Nilai Resistor SMD 103

Seperti yang bisa kita lihat pada bodynya, resistor SMD 103 memiliki kode
“103”, di mana kode ini menunjukkan nilai resistansi resistor dalam satuan
Ohm (Ω).

Berikut ini cara membacanya:

  • Dua digit pertama: Angka “10” pada kode “103” mewakili nilai puluhan dan
    satuan resistansi. Dalam hal ini, resistor memiliki nilai puluhan 1 dan
    satuan 0, sehingga nilainya adalah 10 Ω.
  • Digit ketiga: Angka “3” pada kode “103” mewakili pengganda. Dalam sistem
    kode SMD, angka 3 berarti pengganda 10^3 atau 1.000.
  • Nilai akhir: Jika kedua informasi di atas digabungkan, maka resistor SMD
    103 memiliki nilai resistansi sebesar 10 Ω x 1.000 = 10.000 Ω atau 10 kΩ.

Toleransi Nilai Resistor SMD 103

Selain nilai resistansi, resistor SMD 103 juga memiliki toleransi nilai.
Toleransi menunjukkan seberapa jauh nilai resistansi sebenarnya bisa beda
dari nilai yang ada di kode.

Resistor SMD 103 umumnya memiliki toleransi 5%, yang berarti nilai
resistansi sebenarnya dapat berkisar antara 9.500 Ω hingga 10.500 Ω.

Fungsi Resistor SMD 103 dalam Rangkaian

Apa sih fungsi dari resistor ini? Jadi, resistor SMD 103 memiliki berbagai
fungsi penting dalam rangkaian elektronik, di antaranya adalah:


  • Pembagi tegangan:
    Resistor SMD 103 dapat digunakan untuk membagi tegangan
    menjadi dua bagian atau lebih, sering diaplikasikan dalam rangkaian
    penguat dan pemfilter.

  • Pembatas arus:
    Resistor SMD 103 dapat digunakan untuk membatasi arus yang
    mengalir dalam rangkaian. Fungsi ini penting untuk melindungi komponen
    lain dari kerusakan akibat arus berlebih.

  • Pull-up dan pull-down:
    Resistor SMD 103 dapat digunakan sebagai pull-up
    atau pull-down untuk memastikan level sinyal yang stabil pada pin input
    atau output.

  • Bias transistor:
    Resistor SMD 103 dapat digunakan untuk mengatur bias
    transistor dalam rangkaian amplifier dan switching.

Kesimpulan

Resistor SMD 103 adalah resitor dengan nilai resistansi 10 kΩ dan toleransi
5%, berfungsi sebagai pembagi tegangan, pembatas arus, pull-up/pull-down,
dan bias transistor.

Demikianlah penjelasan tentang resistor SMD 103, bagikan jika dirasa
bermanfaat, terima kasih.

Leave a Comment