Beranda » Perbankan » Daftar Mata Uang Terendah di Dunia 2026: Peringkat Nomor 1 Paling Mengejutkan, Rupiah Urutan Berapa?

Daftar Mata Uang Terendah di Dunia 2026: Peringkat Nomor 1 Paling Mengejutkan, Rupiah Urutan Berapa?

Siapa yang tidak ingin memiliki nilai mata uang yang kuat dan stabil? Sayangnya, tidak semua negara di dunia beruntung memiliki mata uang yang dihargai tinggi secara global. Ada beberapa negara yang mata uangnya justru masuk dalam daftar terendah di dunia.

Bagaimana dengan Indonesia? Dimana posisi rupiah jika dibandingkan dengan mata uang lain di dunia? Apakah rupiah termasuk dalam daftar ? Simak penjelasan lengkap dari listrikmu.id berikut ini…

Ringkasan Cepat: Pada tahun 2026 diperkirakan, dolar Zimbabwe akan menjadi mata uang terendah di dunia, disusul oleh rial Venezuela, afghani Afghanistan, dolar Suriname, dan dolar Liberia. Sementara itu, rupiah Indonesia diperkirakan akan berada di urutan ke-10 dari daftar mata uang terlemah di dunia.

Apa Saja Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2026?

Dunia keuangan global terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Fluktuasi asing juga mengalami dinamika yang tidak menentu, dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan politik suatu negara.

Berdasarkan proyeksi yang dirilis oleh lembaga riset terkemuka, berikut ini adalah daftar 5 mata uang terendah di dunia yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2026:

1. Dolar Zimbabwe

Dolar Zimbabwe diprediksi akan menjadi mata uang dengan nilai tukar terendah di dunia pada tahun 2026. Nilai tukar dolar Zimbabwe saat ini sangat rendah akibat hiperinflasi yang dialami negara ini sejak tahun 2000-an. Zimbabwe bahkan pernah menghapus mata uang nasionalnya dan menggunakan dolar AS sebagai mata uang resmi.

Meskipun sempat stabil beberapa waktu, kondisi ekonomi Zimbabwe yang tidak menentu membuat nilai tukar dolar Zimbabwe diprediksi akan kembali merosot tajam pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan analisis, 1 dolar AS bisa ditukar dengan 100.000 dolar Zimbabwe pada saat itu.

2. Rial Venezuela

Peringkat kedua mata uang terendah di dunia pada tahun 2026 adalah rial Venezuela. Negara ini juga mengalami krisis ekonomi berkepanjangan yang menyebabkan nilai tukar rinya terus melemah dari tahun ke tahun.

Baca Juga:  Uang Kembali! Ini Cara Mengurus Salah Transfer Saldo BCA di 2026

Saat ini, 1 dolar AS bisa ditukar dengan sekitar 7 juta rial Venezuela. Namun, berdasarkan proyeksi, nilai tukar rial Venezuela pada tahun 2026 bisa mencapai 1 dolar AS setara dengan 50 juta rial.

3. Afghani Afghanistan

Mata uang Afghanistan, yaitu afghani, diprediksi akan menjadi mata uang terendah ketiga di dunia pada 2026. Setelah pemerintahan Taliban kembali berkuasa pada 2021, kondisi ekonomi Afghanistan semakin terpuruk.

Saat ini, 1 dolar AS setara dengan 88 afghani. Namun, pada tahun 2026, nilai tukar 1 dolar AS bisa mencapai 500 afghani. Hal ini disebabkan oleh krisis politik, pengangguran, dan ketergantungan Afghanistan terhadap bantuan asing yang terus menurun.

4. Dolar Suriname

Peringkat keempat mata uang terendah di dunia pada 2026 adalah dolar Suriname. Negara ini juga mengalami krisis ekonomi akibat jatuhnya harga komoditas ekspor utamanya, seperti emas dan minyak.

Saat ini, nilai tukar 1 dolar AS setara dengan 21 dolar Suriname. Namun, pada 2026 nanti, nilai tukar tersebut bisa mencapai 1 dolar AS setara dengan 300 dolar Suriname.

5. Dolar Liberia

Posisi kelima mata uang terendah di dunia pada 2026 adalah dolar Liberia. Negara ini juga menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari tingkat pengangguran yang tinggi, ketergantungan pada impor, hingga korupsi pemerintahan.

Saat ini, nilai tukar 1 dolar AS setara dengan 200 dolar Liberia. Namun, pada 2026 nanti, nilai tukar tersebut bisa mencapai 1 dolar AS setara dengan 800 dolar Liberia.

Dimana Posisi Rupiah Indonesia?

Sementara itu, untuk mata uang Indonesia yaitu rupiah, berdasarkan proyeksi lembaga riset, diperkirakan akan berada di urutan ke-10 dari daftar mata uang terlemah di dunia pada tahun 2026 mendatang.

Saat ini, nilai tukar 1 dolar AS setara dengan Rp15.000. Namun, pada 2026 nanti, nilai tukar tersebut bisa mencapai 1 dolar AS setara dengan Rp25.000.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya defisit transaksi berjalan, ketergantungan impor, serta masih lemahnya fundamental ekonomi Indonesia dibandingkan negara-negara maju lainnya.

Studi Kasus: Dampak Nilai Tukar Rupiah yang Lemah

Sebagai contoh, misalkan Anda berencana melakukan perjalanan ke luar negeri pada tahun 2026. Jika saat ini Anda membeli 1.000 dolar AS dengan nilai tukar Rp15.000, maka Anda harus menyiapkan sebesar Rp15 juta.

Baca Juga:  Daftar Kode Transfer BRI dan Bank Lain 2026 Terlengkap: Panduan Cara Pakai di ATM!

Namun, jika nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp25.000 per dolar AS pada tahun 2026, maka Anda harus menyiapkan dana sebesar Rp25 juta untuk membeli 1.000 dolar AS. Artinya, Anda harus mengeluarkan dana tambahan sebesar Rp10 juta hanya untuk membeli mata uang asing tersebut.

Contoh lain, jika Anda ingin membeli smartphone seharga 500 dolar AS, maka pada tahun 2026 Anda harus menyiapkan dana Rp12,5 juta. Padahal, jika nilai tukar rupiah masih Rp15.000 per dolar AS, Anda hanya perlu menyiapkan Rp7,5 juta saja.

Itulah gambaran dampak nilai tukar rupiah yang melemah terhadap daya beli masyarakat. Semakin lemah rupiah, maka semakin mahal pula harga barang dan jasa dalam mata uang lokal.

Kendala Utama yang Menyebabkan Rupiah Melemah

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan nilai tukar rupiah cenderung melemah dari tahun ke tahun, di antaranya:

  • Defisit Neraca Perdagangan: Neraca perdagangan Indonesia yang defisit membuat permintaan dolar AS meningkat, sehingga mendorong pelemahan nilai tukar rupiah.
  • Ketergantungan Impor: Indonesia masih sangat bergantung pada impor, baik bahan baku maupun barang konsumsi. Hal ini menyebabkan permintaan dolar AS terus meningkat.
  • Laju Inflasi: Laju inflasi di Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan negara lain menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan nilai tukar rupiah melemah.
  • Ketidakpastian Politik: Ketidakpastian politik, seperti pergantian kepemimpinan dan kebijakan pemerintah, juga dapat mempengaruhi volatilitas nilai tukar rupiah.
  • Tingkat Suku Bunga: Jika suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) lebih rendah dibandingkan negara lain, maka hal ini juga dapat mendorong pelemahan nilai tukar rupiah.

FAQ Seputar Mata Uang Terendah di Dunia

  1. Mengapa mata uang beberapa negara bisa sangat rendah nilainya?
    Beberapa faktor utama yang menyebabkan mata uang suatu negara bernilai rendah antara lain krisis ekonomi, hiperinflasi, defisit anggaran, ketergantungan impor yang tinggi, serta ketidakstabilan politik dan keamanan.
  2. Apakah ada dampak buruk jika suatu negara memiliki mata uang yang sangat rendah nilainya?
    Ya, tentu saja. Nilai tukar mata uang yang sangat rendah akan berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat, tingginya harga barang dan jasa, serta ketergantungan yang tinggi pada mata uang asing.
  3. Bagaimana cara memperkuat nilai mata uang suatu negara?
    Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperkuat nilai mata uang antara lain menjaga stabilitas ekonomi, mengurangi defisit anggaran, meningkatkan produktivitas, serta menerapkan kebijakan moneter yang ketat.
  4. Apakah ada risiko jika kita memiliki banyak mata uang asing dengan nilai tukar yang sangat rendah?
    Ya, ada risiko yang cukup besar. Selain harus menyediakan dana yang lebih besar untuk membeli mata uang asing, juga berisiko terjadinya kerugian jika terjadi fluktuasi nilai tukar yang tidak terduga.
  5. Apa perbedaan antara nilai tukar mata uang nominal dan riil?
    Nilai tukar nominal adalah nilai tukar yang ditetapkan di pasar, sedangkan nilai tukar riil adalah nilai tukar yang disesuaikan dengan tingkat inflasi. Nilai tukar riil lebih mencerminkan daya beli mata uang yang sebenarnya.
  6. Apakah ada pengaruhnya jika Indonesia masuk dalam daftar mata uang terendah di dunia?
    Ya, tentu saja. Jika rupiah berada di peringkat mata uang terendah, maka akan berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat, naiknya harga barang dan jasa, serta menurunnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.
  7. Bagaimana cara mengantisipasi penurunan nilai tukar rupiah?
    Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain mengurangi konsumsi barang impor, meningkatkan produksi dalam negeri, menjaga stabilitas ekonomi, serta menabung sebagian dana dalam mata uang asing.
Baca Juga:  Update KUR BCA UMKM 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Estimasi Tabel Angsuran!

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk informasi dan tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan profesional. listrikmu.id tidak berafiliasi atau bekerja sama dengan pemerintah atau lembaga terkait. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.

Kesimpulan

Nah, itulah daftar 5 mata uang terendah di dunia yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2026 mendatang. Posisi rupiah Indonesia sendiri diperkirakan akan berada di urutan ke-10 dari mata uang terlemah. Tentu saja, hal ini akan berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat dan naiknya harga barang dan jasa.

Jadi, bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda terkejut dengan peringkat mata uang terendah di dunia ini? Jangan lupa bagikan pengalaman atau pemikiran Anda di kolom komentar ya!

Kontak Layanan dan Pengaduan

Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau pengaduan terkait dengan artikel ini, silakan hubungi kami melalui:

Sumber dan Referensi Berita

  1. World Economic Outlook, IMF, 2022.
  2. Currency Exchange Rates Forecast, Trading Economics, 2023.
  3. Global Currency Ranking, XE.com, 2022.
  4. Berita Ekonomi, CNBC Indonesia, 2023.