Sebagai seorang karyawan, membayar pajak penghasilan (PPh 21) adalah kewajiban yang harus Anda penuhi setiap bulan. Namun, tidak semua karyawan memahami dengan baik bagaimana cara menghitung PPh 21 mereka. Banyak yang masih merasa kebingungan dengan tarif, penghasilan tidak kena pajak, dan perhitungan akhirnya.
Simak penjelasan lengkap dari listrikmu.id berikut ini tentang cara menghitung PPh 21 karyawan terbaru di tahun 2026 agar Anda bisa mengetahui berapa pajak yang harus Anda bayarkan setiap bulan.
Mengenal PPh 21 Karyawan
PPh 21 atau Pajak Penghasilan 21 adalah pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan. Dalam hal ini, PPh 21 dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh karyawan dari pemberi kerja.
Tujuan utama dari pengenaan PPh 21 adalah untuk memungut pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri secara berkala. Pemungutan PPh 21 dilakukan oleh pemberi kerja (pemberi penghasilan) yang wajib memotong, menyetor, dan melaporkannya ke Kantor Pelayanan Pajak.
Tarif PPh 21 Karyawan Tahun 2026
Tarif PPh 21 karyawan di tahun 2026 menggunakan tarif progresif, artinya semakin tinggi penghasilan karyawan, maka semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Berikut adalah daftar tarif PPh 21 yang berlaku:
| Lapisan Penghasilan Kena Pajak | Tarif Pajak |
|---|---|
| Sampai dengan Rp60 juta | 5% |
| Di atas Rp60 juta s.d. Rp250 juta | 15% |
| Di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta | 25% |
| Di atas Rp500 juta | 30% |
Selain itu, terdapat juga Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang menjadi faktor penentu dalam perhitungan PPh 21. Pada tahun 2026, PTKP per tahun ditetapkan sebesar:
| Status Wajib Pajak | Besaran PTKP |
|---|---|
| Tidak Kawin (TK) | Rp63 juta |
| Kawin (K) | Rp78 juta |
| Kawin (K) dengan Tanggungan 1 (1) | Rp93 juta |
| Kawin (K) dengan Tanggungan 2 (2) | Rp108 juta |
Cara Menghitung PPh 21 Karyawan
Setelah mengetahui tarif PPh 21 dan PTKP, berikut adalah cara menghitung PPh 21 karyawan:
Langkah 1: Hitung Penghasilan Kena Pajak (PKP)
Rumus menghitung PKP:
Penghasilan Bruto – PTKP = Penghasilan Kena Pajak (PKP)
Contoh:
Penghasilan Bruto Karyawan: Rp60 juta per tahun
Status: TK/0 (Tidak Kawin tanpa Tanggungan)
PTKP: Rp63 juta per tahun
PKP = Rp60 juta – Rp63 juta = Rp0 (PKP tidak kena pajak)
Langkah 2: Hitung PPh 21 Terutang
Rumus menghitung PPh 21 Terutang:
PKP x Tarif Pajak = PPh 21 Terutang
Contoh:
PKP: Rp0 (tidak kena pajak)
Tarif Pajak: 5%
PPh 21 Terutang = Rp0 x 5% = Rp0
Jadi, jika penghasilan bruto karyawan Rp60 juta per tahun dengan status TK/0, maka PPh 21 yang harus dibayarkan adalah Rp0 per bulan.
Contoh Simulasi Perhitungan PPh 21 Karyawan
Berikut adalah contoh simulasi perhitungan PPh 21 karyawan dengan penghasilan bruto Rp5 juta per bulan dan status TK/0:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Penghasilan Bruto per Bulan | Rp5.000.000 |
| Status Wajib Pajak | TK/0 (Tidak Kawin tanpa Tanggungan) |
| PTKP per Tahun | Rp63.000.000 |
| PTKP per Bulan | Rp5.250.000 |
| Penghasilan Kena Pajak (PKP) per Bulan | Rp5.000.000 – Rp5.250.000 = Rp0 |
| Tarif Pajak | 5% |
| PPh 21 Terutang per Bulan | Rp0 x 5% = Rp0 |
Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa jika penghasilan bruto karyawan Rp5 juta per bulan dengan status TK/0, maka PPh 21 yang harus dibayarkan adalah Rp0 per bulan.
Troubleshooting: Penyebab Gagal Perhitungan PPh 21 & Solusinya
Berikut adalah 5 penyebab umum kegagalan dalam perhitungan PPh 21 karyawan dan solusinya:
- Kesalahan dalam Menentukan Status Wajib Pajak
Solusi: Pastikan Anda mengetahui status Wajib Pajak yang sesuai, apakah Tidak Kawin (TK), Kawin (K), atau Kawin dengan Tanggungan (K/1, K/2, dsb). - Kesalahan dalam Menghitung PTKP
Solusi: Pastikan Anda menggunakan besaran PTKP yang berlaku, karena PTKP dapat berubah setiap tahun. Teliti kembali perhitungan PTKP per bulan Anda. - Kelalaian Memperbarui Perubahan Penghasilan Bruto
Solusi: Jika terjadi kenaikan atau penurunan penghasilan bruto karyawan, segera perbarui dan hitung ulang PPh 21 yang baru. - Tidak Menerapkan Tarif Pajak yang Benar
Solusi: Pastikan Anda menggunakan tarif pajak yang sesuai dengan lapisan penghasilan kena pajak (PKP) karyawan. - Salah dalam Menghitung PKP
Solusi: Cek kembali perhitungan Penghasilan Kena Pajak (PKP) dengan rumus yang benar: Penghasilan Bruto – PTKP = PKP.
FAQ: Pertanyaan Seputar PPh 21 Karyawan
Berikut adalah 7 pertanyaan umum seputar PPh 21 karyawan dan jawabannya:
- Apa itu PPh 21 karyawan?
PPh 21 adalah pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan. PPh 21 dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh karyawan dari pemberi kerja. - Siapa saja yang wajib membayar PPh 21?
Kewajiban membayar PPh 21 berlaku bagi seluruh karyawan yang menerima penghasilan dari pemberi kerja, baik yang berstatus Pegawai Tetap, Pegawai Lepas, maupun Penerima Penghasilan Lainnya. - Bagaimana cara menghitung PPh 21 karyawan?
Cara menghitung PPh 21 karyawan adalah dengan menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP) terlebih dahulu, lalu mengalikannya dengan tarif pajak yang berlaku. - Apa saja yang termasuk dalam Penghasilan Kena Pajak (PKP)?
Penghasilan Kena Pajak (PKP) adalah jumlah penghasilan bruto karyawan dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). - Kapan PPh 21 harus dibayarkan?
PPh 21 harus dibayarkan setiap bulan oleh pemberi kerja, dengan menyetor ke kas negara paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. - Apakah ada hukuman jika terlambat membayar PPh 21?
Ya, terlambat membayar PPh 21 dapat dikenakan sanksi berupa bunga dan denda oleh Direktorat Jenderal Pajak. - Bagaimana cara melaporkan PPh 21 yang sudah dibayarkan?
Pemberi kerja wajib melaporkan PPh 21 yang telah dipotong dan disetorkan melalui Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal